Penulis: mansaweb

  • Inilah Sebabnya Allah Hilangkan Keberkahan

    Al Faqih Abul Laits As Samarqandi dalam ‘tanbighul ghafilin’ (h. 371) menyebutkan beberapa sebab keberkahan pada suatu kaum akan dicabut dari kehidupan mereka. Kaum yang terdapat kelakuan seperti ini tentu berawal dari komunitas yang lebih kecil dan hingga akhirnya berawal dari sikap perilaku orang perorang yang melakukan kebiasaan yang tidak mengundang ridha Allah SWT. Disebutkan al Hasan meriwayatkan dari Nabi Muhammad saw bahwa beliau bersabda: ”tangan (pertolongan) Allah itu senantiasa menaungi selama orang-orang yang baik di antara mereka tidak mengagungkan orang-orang yang jahat, orang-orang yang baik di antara mereka tidak lunak kepada orang-orang yang jahat, dan orang-orang yang pandai membaca Al-Quran tidak menjilat kepada penguasa. Apabila mereka tidak melakukan hal yang demikian itu maka Allah akan menghilangkan berkah dari mereka, mengangkat orang-orang yang kejam sebagai pemimpin mereka, menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka, dan menjadikan mereka miskin.”

    Pernyataan di atas memuat tentang sebab-sebab dicabutnya keberkahan suatu kaum (rofa’allahu ’anhumul barokah), yang pertama adalah jika pelaku kebaikan lebih memuliakan dan mengagungkan orang-orang yang jahat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pelaku kebaikan tidak mau menunjukkan kebaikannya sheingga yang mendominasi dan lebih tampak ke permukaan adalah maraknya kemungkaran dan jeloasnya kejahatan.

    Dari sisi ini dapat difahami bahwa kebaikan itu tidak muncul karena kalahnya persaingan dengan kejahatan ditambah lagi dengan pelakunya tidak mau menunjukkannya. Hal ini juga perlu untuk difahami bahwa kebenaran yang tidak terorganisir (maka) kebatilan yang terorganisir akan mengalahkannya atau lebih populer kebenaran yang tidak terorganisir dapat dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir.

    Persoalannya adalah karena ketakutan baik ketakutan individu maupun ketakutan kolektif menyebabkan si pelaku kebaikan mengambil posisi aman sehingga yang jelas-jelas mungkar kelihatannya menjadi samar-samar atau bahkan kebaikan tidak nampak sama sekali.

    Hal ini memiliki hubungan atau kesesuaian nash yang menyebutkan jika zina dan riba telah nampak dimana-mana maka itu sebagai pertanda akan datangnya bala/ musibah. Warnai sekitar kita, penuhi medsos dengan ajakan kebaikan.

    Kebaikan harus ditunjukkan sebagai diantara cara agar masih dilihat bahwa kebaikan masih ada, bahwa ketaatan kepada Allah SWT masih jelas ada disekitar kita. Bentuk adanya kebaikan yang nampak adalah sebagai tanda bahwa kebaikan masih eksis dan tidak tunduk atau mengalah pada kemungkaran yang nampak jelas. Dalam hal ini, sikap tegas dalam bersikap sangat diperlukan.

    Perilaku berikutnya yang bisa menyebabkan dicabutnya keberkahan adalah adanya perilaku orang-orang yang faham agama (yang disebutkan dengan orang-orang yang pandai membaca al Quran) namun justru tidak berani menunjukkan keberpihakan pada kebaikan, posisi mereka pada posisi yang mencari jalan selamat dalam hidup.

    Mereka dengan karakter ini adalah karakternya pengikut Fir’aun dan pendukungnya Qarun. Kekuasaan dan harta menjadi pelindung bagi mereka yang lemah imannya, tidak istiqamah dan tidak yakin dengan perjalanan hidupnya. Kekuasaan dengan jabatan yang diemban menjadi salah satu godaan terbesar bagi seorang manusia. Kekuasaan dengan fasilitas yang dimiliki mampu mengubah segala sesuatunya.

    Seorang yang faham agama, seorang dengan kategori ulama sejati sesungguhnya adalah yang masuk  kategori yakhsyallahu (yang takutnya hanya kepada Allah SWT). Kekuasaan dengan berbagai keistimewaan pada seseorang menjadi daya tarik tersendiri. Pernyataan Rasulullah saw dengan tegas menyebutkan bahwa ’dan orang-orang yang pandai membaca Al-Quran tidak menjilat kepada penguasa’ akan diturunkan keberkahan bagi masyarakat setempat.

    Lantas apa dampak dari dua sikap di atas? Jawabannya adalah dicabutnya keberkahan, tidak hanya itu, Allah akan mengangkat orang-orang yang kejam sebagai pemimpin mereka, menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka, dan menjadikan mereka miskin.” Semoga diri kita, orang-orang terdekat kita dan masyarakat kita senantiasa terdorong sebagai pelopor kebaikan dan menunjukkan bahwa kebaikan masih jelas nyata dan dengan nyata tersebar dimana-mana. Inilah diantara cara menjemput keberkahan. Semoga**

    (Oleh Sholihin H.Z., S.Ag., M.Pd.I.)

  • Bersyukurlah, Ketika Hati dan Lisanmu Masih Bisa Berzikir

    Dua variabel yang menjadi kata kunci dari judul di atas adalah ”hati” dan ”zikir”. Keduanya sesungguhnya memiliki keterkaitan yang sangat erat. Hati tenang karena kuatnya zikir, efek dari zikir yang benar adalah munculnya rasa ketenangan jiwa. Bukankah jiwa yang tenang dan hati yang merasa aman adalah karunia terbesar dari Allah SWT? Bahkan ada satu doa yang diajarkan Nabi Muhammad saw untuk memohon doa agar diberi jiwa yang tenang dan hati yang merasa puas dengan pemberian Allah SWT (a’udzubika min qolbin la yakhsa’).

    Tentang zikir, mufassir kontemporer Indonesia saat ini, Prof. Quraisy Syihab dalam bukunya “Kosakata Keagamaan” (2020: 8) menyebutkan berikut: ”Kata dzikir pada mulanya digunakan oleh pengguna bahasa Arab dalam arti antonim lupa. Sementara pakar berpendapat bahwa kata itu pada mulanya berarti ”mengucapkan dengan lidah/ menyebut sesuatu”, makna ini kemudian berkembang menjadi ”mengingat”, karena mengingat sesuatu sering mengantar lidah untuk menyebutnya”. Uraian Prof Quraisy ini memahamkan kepada kita bahwa orang yang berzikir berarti orang yang ingat.

    Jika dirangkai dengan kata Allah sehingga menjadi zikrullah maka yang dimaksudkan adalah mengingat Allah SWT dengan banyak menyebut nama-Nya (zikron katsiron). Syekh al Musthafa al Adawi dalam kitabnya al Bayan fi Ma’ani Kalimat al Quran (yang diterjemahkan menjadi Al Bayan: Kamus Kosakata al Quran, 2012: 115) memberikan arti zikir sebagaimana ayat zikra liz zakirin sebagai ”nasihat bagi orang-orang yang mau mengambil nasihat”, dilihat dari pengertian ini ternyata memiliki kesesuaian makna bahwa zikir sebagai mengingat (dalam banyak hal termasuk kematian) sesungguhnya adalah nasihat.

    Teman yang mengingatkan kita dalam hal kebaikan hakikatnya adalah memberikan nasihat, guru yang memberikan nasihat hakikatnya adalah sedang mengingatkan kita sebagai muridnya. Jika siapapun dan apapun dilihat sebagai ”cara kerja zikir” maka sudah selayaknya kita berterimakasih kepada. Zikir adalah mengingatkan dan mengingatkan adalah nasihat sementara menyampaikan nasihat adalah anjuran agama.

    Menyebut nama Allah SWT sebagai bentuk pengagungan-Nya menjadi bagian utama dalam memanjatkan doa atau permohonan. DiNYATAKAN ”Maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut (nama-nama) itu”. Frasa ini merupakan bagian dari ayat 180 Qs. Al-A-raf, yang menekankan pentingnya berdoa kepada Allah dengan menggunakan Asmaul Husna (nama-nama indah Allah).

    Dikisahkan ada satu pertanyaan yang diajukan seorang murid kepada Guru Sekumpul, Kyai Zaini (ulama kharismatik asal Kalimantan Selatan), ”Tuan Guru, saya sudah sering berzikir dengan melafazkan berbagai kalimat zikir namun kala lisan saya berzikir, hati dan pikiran saya tidak fokus dan kemana-mana”. Apa jawab Tuan Guru Zaini, ”Bersyukurlah, meskipun hatimu kemana-mana, tidak fokus kala lisanmu berzikir. Syukurilah bahwa ternyata lisanmu masih mau dan mampu berzikir dan semoga Allah merahmati lisanmu”, ujar Guru Sekumpul. Saudaraku, begitulah seringnya kita kala melafazlkan zikir.

    Lisan membaca subhanallah tapi pikiran ke tanah kaplingan yang belum digarap, lisan kita ucapkan allahu akbar tapi pikiran kita kepekerjaan yang belum selesai dan masih banyak lagi. Perkuat diri untuk fokus dan bisa khusyu dalam ibadah (zikir) harus tetap diusahakan namun manakala sudah maksimal tetap juga tidak fokus maka kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT.  

    Orang yang berzikir dengan semampunya maka setidaknya ia ingat Allah SWT dan balasan Allah SWT sungguh luar biasa yakni fazkuruni azkurkum (jika engkau ingat AKU maka AKU akan mengingatmu), bagaimana keadaan orang yang diingat oleh orang lain apalagi oleh Allah SWT? pasti akan ada keistimewaan yang diberikan kepada orang tersebut.

    Mengingat Allah SWT dengan segala keagungan-Nya tidak akan lahir begitu saja tanpa proses perenungan yang mendalam. Disinilah kaitan bahwa hati yang berzikir kemudian memahami zikirnya maka akn muncul perenungan sehingga setiap nasihat yang ada sebagai proses pembimbingan terhadap aktifitas lahir dan batinnya. Pada level ini tadabbur sebagai usaha memahami ayat-ayat Allah SWT akan melahirkan sosok manusia yang bergetar hatinya jika nama Allah SWT disebut dan bertambah imannya. Semoga*.

    (Oleh Sholihin H.Z., S.Ag., M.Pd.I.)

  • Semarak Hari Pertama Matsama 2025 MAN 1 Pontianak

    Semarak Hari Pertama Matsama 2025 MAN 1 Pontianak

    Kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) 2025 di MAN 1 Pontianak resmi dimulai pada Senin, 14 Juli 2025. Bertempat di Kampus Satu MAN 1 Pontianak, seluruh siswa baru tampak antusias mengikuti rangkaian pembukaan yang diawali dengan acara simbolis berupa pelepasan balon dan pemasangan atribut MATSAMA, sebagai tanda dimulainya kegiatan tahunan ini.

    Setelah acara pembukaan, kegiatan berlanjut dengan sesi pemaparan materi yang disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Madrasah serta guru-guru MAN 1 Pontianak. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan lingkungan madrasah, tata tertib, nilai-nilai keislaman, serta pembentukan karakter siswa yang berlandaskan akhlakul karimah.

    Rangkaian kegiatan MATSAMA 2025 akan terus berlanjut hingga tanggal 17 Juli 2025 mendatang. Pada hari-hari selanjutnya, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan menarik seperti senam bersama, permainan edukatif (games), serta demo ekskul yang akan ditampilkan di lapangan oleh perwakilan masing-masing ekstrakurikuler. Tak hanya itu, peserta juga akan diajak menyaksikan video promosi ekskul yang akan diputar di Aula MAN 1 Pontianak untuk memberikan gambaran lebih luas mengenai aktivitas ekstrakurikuler yang bisa mereka ikuti.

    Menjelang akhir kegiatan, akan ada sesi tukar kado antarpeserta sebagai bentuk keakraban dan penghargaan satu sama lain, mempererat hubungan sosial di antara siswa baru.

    Seluruh rangkaian kegiatan MATSAMA ini berlangsung dari pukul 06.45 hingga 15.30 WIB setiap harinya, dengan harapan mampu menjadi langkah awal yang menyenangkan, penuh makna, dan memberi kesan positif bagi siswa baru dalam memulai perjalanan mereka di MAN 1 Pontianak. (Panitia/Azkya)

  • Pra-MATSAMA 2025: Siapkan Peserta Didik Baru Sambut Masa Ta’aruf Siswa Madrasah

    Pra-MATSAMA 2025: Siapkan Peserta Didik Baru Sambut Masa Ta’aruf Siswa Madrasah

    Pada Jumat, 11 Juli 2025, MAN 1 Pontianak melaksanakan kegiatan pra-Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) sebagai persiapan menjelang pelaksanaan MATSAMA yang akan berlangsung pada 14–17 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 07.00 pagi hingga 10.00 pagi dan dihadiri oleh semua peserta didik baru yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman awal kepada para peserta terkait aturan dan gambaran umum kegiatan selama MATSAMA berlangsung.

    Selama kegiatan pra-MATSAMA, para peserta mendapatkan pembekalan seputar tata tertib madrasah, pengenalan budaya sekolah, serta pengarahan teknis mengenai alur dan kegiatan yang akan dijalankan selama masa orientasi. Pembekalan tersebut disampaikan oleh panitia serta perwakilan guru guna menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta rasa kebersamaan di lingkungan madrasah.

    Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh 24 orang panitia yang berasal dari dua organisasi aktif di MAN 1 Pontianak, yaitu OSIS dan Forum Rohani Islam MAN 1 (FRISMA), masing-masing berjumlah 12 orang. Kolaborasi antara OSIS dan FRISMA ini mencerminkan sinergi antara kepemimpinan dan nilai-nilai keagamaan yang menjadi ciri khas madrasah. Dengan adanya kegiatan pra-MATSAMA ini, diharapkan peserta didik baru dapat lebih siap, terarah, dan termotivasi untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MATSAMA dengan semangat dan tanggung jawab. (Panitia Matsama 2025)

  • Ratusan Siswa MAN 1 Pontianak sangat Antusias Menyemarakkan Pawai Akbar Menyambut Bulan Ramadhan 1445 Hijriah

    Ratusan Siswa MAN 1 Pontianak sangat Antusias Menyemarakkan Pawai Akbar Menyambut Bulan Ramadhan 1445 Hijriah

    MAN 1 PONTIANAK — Ratusan siswa MAN 1 Pontianak sangat antusias menyambut kehadiran bulan suci Ramadan tahun ini. Hal ini tampak dari semangat para siswa memeriahkan kegiatan pawai akbar menyambut Ramadan di Kota Pontianak yang diselenggarakan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Pontianak pada Sabtu (9/3/2024). Dengan mengenakan pakaian bernuansa Islam serta pakaian adat, sambil membawa replika Ka’bah, Al-Qur’an, unta, dan atribut Islam lainnya, mereka berjalan kaki menelusuri rute pawai. Rute yang harus ditempuh mulai dari depan Kantor Wali Kota Pontianak di Jln. Rahadi Oesman, kemudian ke Jln. Pak Kasih, lanjut ke Jln. Hasanuddin, Jln. Merdeka, Jln. Jend. Urip, Jln. Jend. Sudirman, dan kembali lagi ke depan Kantor Wali Kota Pontianak. Pujian kepada Allah, Shalawat, dan yel-yel mereka gaungkan di sepanjang perjalanan. Pawai akbar yang bertema “Melalui Pawai Akbar Menyambut Ramadhan 1445 Hijriah Kita Tingkatkan Iman dan Tali Persaudaraan untuk Meraih Ampunan dan Keberkahan Bulan Ramadhan” diikuti 58 kelompok yang terdiri atas sejumlah sekolah dan madrasah, pondok pesantren, pengurus masjid, dan majelis taklim di Kota Pontianak. Semua kelompok memiliki ciri khas dan memiliki keunikan masing-masing yang membuat warga di sepanjang jalan yang dilewati tertarik menyaksikan pawai akbar ini. Genderang beberapa Drumband turut memeriahkan suasana pawai. Penjabat Wali Kota Pontianak Ani Sofian, saat melepas pawai akbar, menuturkan, pawai juga untuk memupuk kebersamaan sesama umat. Selain itu, acara ini merupakan bentuk kegembiraan menyambut bulan suci Ramadhan. Pawai akbar diakhiri dengan pembagian doorprize dan pengumuman juara. Meskipun MAN 1 Pontianak mendapat predikat juara harapan II tetapi tidak mengecilkan semangat para siswa dan gurunya dalam partisipasinya dalam kegiatan ini. “Bukan juara yang menjadi motivasi mengikuti pawai ini tetapi semangat dan rasa bahagia menyambut kehadiran bulan Ramadhan, bulan yang suci, penuh keberkahan dan ampunan.” kata salah satu guru yang mendampingi. Pewarta : Sugeng Subraja

  • MAN 1 Pontianak Sukses Melepas Seluruh Siswa Angkatan 46

    MAN 1 Pontianak Sukses Melepas Seluruh Siswa Angkatan 46

    Pontianak (Kemenag) — MAN 1 Pontianak berhasil melepaskan 339 siswanya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Seremonial pelepasan siswa Kelas XII, Angkatan 46, dilangsungkan di Qubu Resort, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya pada Minggu (28/4/2024).

    Kepala MAN 1 Pontianak, Razali, mengatakan bahwa acara pelepasan siswa kembali dapat diselenggarakan pada tahun ini setelah sejak tahun 2020 tidak pernah diselenggarakan karena pandemi Covid-19. Mulai tahun ini juga siswa diberi kepercayaan mengurus semuanya tanpa melibatkan guru.

    MAN 1 Pontianak melepas sebanyak 339 siswa dari 340 siswa dikarenakan ada 1 siswa yang meninggal dunia sehari menjelang Ujian Madrasah. “Kami kehilangan satu anak didik kami dari jurusan IPS sehari menjelang ujian. Anak kami dipanggil pulang ke hadapan Sang Khalik. Dengan demikian, jumlah total peserta didik yang selesai tersisa 339 siswa,” kata Razali dalam sambutannya.

    Siswa kelas XII, Angkatan 46, telah meraih prestasi membanggakan baik akademik maupun nonakademik. Melalui bidang akademik, sebanyak 111 siswa berhasil diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur tanpa tes. Sedangkan di bidang nonakademik, siswa berhasil memperoleh 147 penghargaan dalam berbagai kompetisi di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

    Di sela-sela sambutannya, Razali berpesan kepada seluruh siswa untuk menjadi pedoman hidup mereka. “Hormati yang lebih tua karena menjadi tua itu pasti. Kemudian tentukan target yang akan dicapai. Jangan pernah takut bermimpi, raih mimpi itu. Temukan jati dirimu di sana. Jadilah anak yang membanggakan orang tua.”

    Tampak hadir dalam acara tersebut para pejabat Kementerian Agama, di antaranya Kepala Kanwil Kemenag Prov. Kalbar dan Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak. Meskipun acara berlangsung pada hari libur para pejabat tersebut masih menyempatkan waktunya untuk hadir. Tentunya hal tersebut memberikan kesan positif bagi keluarga besar MAN 1 Pontianak terutama para siswa yang telah berupaya dengan maksimal menyelenggarakan acara tersebut. (SS)

  • HUT ke-56 Kakanwil Kemenag Kalbar Mewarnai Acara Pelepasan Peserta Didik MAN 1 Pontianak

    HUT ke-56 Kakanwil Kemenag Kalbar Mewarnai Acara Pelepasan Peserta Didik MAN 1 Pontianak

    MAN 1 Pontianak – Ucapan selamat ulang tahun kepada Muhajirin Yanis, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Kalbar, mewarnai acara Pelepasan Peserta Didik MAN 1 Pontianak yang diselenggarakan di Kubu Resort, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya pada Minggu (28/4/2024). Muhajirin Yanis yang saat itu berulang tahun ke-56 menyempatkan waktunya menghadiri acara tersebut meskipun dilaksanakan pada hari libur. Tampak juga dalam acara tersebut Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak dan pejabat Kemenag lainnya.

    Di tengah berlangsungnya acara, Muhajirin Yanis dikejutkan dengan ucapan selamat ulang tahun diiringi musik oleh seluruh yang hadir dalam acara tersebut. Hal tersebut dirancang secara spontanitas oleh panitia acara. Tampak ekspresi bahagia terpancar dari wajah beliau.

    Kepala MAN 1 Pontianak dalam sambutannya menyampaikan informasi bahwa 339 siswa kelas XII yang dilepas pada tahun ini telah mengukir banyak prestasi yang membanggakan MAN 1 Pontianak, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Sebanyak 111 siswa diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur tanpa tes. Sedangkan, dalam bidang nonakademik, sebanyak 147 prestasi mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional diraih siswa.

    Muhajirin Yanis sangat bangga atas prestasi yang diraih siswa. “Saya selalu Kakanwil Kemenag Kalbar memberikan apresiasi dan mengucapkan selamat kepada siswa Kelas XII MAN 1 Pontianak ini yang memiliki prestasi luar biasa. Kalian adalah bukti bahwa motto ‘Lebih Baik Madrasah dan Madrasah Lebih Baik’ itu bukan hanya isapan jempol. Terbukti kalian bertabur prestasi, sehingga membuat madrasah hebat dan bermartabat,” ungkap Muhajirin Yanis.

    Dalam kesempatan itu, Muhajirin Yanis juga menyampaikan pesan kepada siswa kelas XII. “Siswa madrasah itu harus berkomitmen untuk terus semangat dalam belajar. Dalam ajaran Islam, belajar itu sepanjang hayat dikandung badan, mulai dari buaian hingga masuk di liang lahat. Jangan menyerah dengan tantangan yang dihadapi. Tingkatkan prestasi dan perkokohlah dengan iman dan takwa dimanapun kalian berada!” tegas Muhajirin.

    Keluarga besar MAN 1 Pontianak mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-56 kepada Muhajirin Yanis dan mendoakan beliau. “Semoga Selalu Diberikan Kesehatan, Kesuksesan, dan Kebahagiaan serta Selalu Dilindungi oleh Allah Swt.” kalimat di Banner yang posting di media sosial MAN 1 Pontianak.  (SS)

  • Kegiatan Pembelajaran di MAN 1 Pontianak Diawali Kegiatan Halalbihalal

    Kegiatan Pembelajaran di MAN 1 Pontianak Diawali Kegiatan Halalbihalal

    Pontianak (Kemenag) — Pada hari Rabu (17/4/2024) seluruh siswa  MAN 1 Pontianak telah menjalani aktivitas pembelajaran seperti biasanya. Sehari sebelumnya, hari pertama setelah libur menyambut Idul Fitri 1445 H, seluruh pendidik dan tenaga kependidikan beserta seluruh siswa mengawali kegiatan dengan halalbihalal di lapangan madrasah.

    Sebelum halalbihalal dilaksanakan, Rohmadi selaku waka kurikulum memberikan pengarahan kepada seluruh siswa khususnya berkaitan dengan mapel pilihan dalam kurikulum merdeka bagi siswa kelas X saat berada di kelas XI nanti. Setelah pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan halalbihalal antara pendidik dan tenaga kependidikan serta seluruh siswa.

    Kegiatan halalbihalal berlangsung penuh keceriaan tetapi tetap khidmat. Tampak para siswa menyalami satu-persatu guru dan pegawai Tata Usaha. Saat itu, kepala MAN 1 Pontianak, Razali, tidak dapat hadir karena pada hari Senin (15/4), pukul 02.00 pagi beliau harus ke Serawai setelah mendapat kabar bahwa ibu mertua beliau meninggal dunia.

    Setelah kegiatan halalbihalal, seluruh siswa kembali ke kelas masing-masing kemudian membaca doa dan surah Yasin yang ditujukan kepada almarhumah ibu mertua kepala madrasah dengan dipandu dari ruang guru melalui pelantang suara. Seluruh guru, pegawai TU, dan siswa tampak khidmat membacakan doa dan surah Yasin.

    Kegiatan hari itu diakhiri dengan bergotong royong membersihkan setiap kelas. Setelah libur menyambut idul fitri tampak ruang-ruang khususnya kelas telah berdebu. Agar pembelajaran terasa kondusif maka kegiatan bersih-bersih kelas perlu dilakukan. Seluruh siswa dan guru bahu-membahu membersihkan setiap ruang demi terciptanya lingkungan belajar yang nyaman dan sehat. (SS)

     

  • Ratusan Siswa MAN 1 Pontianak Berhasil Masuk ke Perguruan Tinggi Negeri Tanpa Tes

    Ratusan Siswa MAN 1 Pontianak Berhasil Masuk ke Perguruan Tinggi Negeri Tanpa Tes

    Pontianak (Kemenag) — Pada Kamis (4/4/2024), MAN 1 Pontianak merilis data terbaru daftar siswa yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Penelusuran Minat dan Prestasi (PMDP) Poltekkes Kemenkes, dan Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN) tahun 2024. Berdasarkan data tersebut, jumlah siswa yang diterima di PTN melalui jalur SNBP dan PMDP Poltekkes Kemenkes tahun ini terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

    Peningkatan paling signifikan tampak pada jalur SNBP. Selama tiga tahun terakhir, siswa yang diterima di PTN melalui jalur ini selalu mengalami tren peningkatan. Peningkatan yang luar biasa terjadi pada tahun ini. Jumlah siswa yang diterima melalui jalur SNBP pada tahun 2022 sebanyak 33 siswa, tahun 2023 sebanyak 38 siswa, tahun ini meningkat lagi menjadi 56 siswa.

    Siswa MAN 1 Pontianak yang lulus jalur SNBP sebagian besar diterima di PTN favorit di Kalimantan Barat antara lain Universitas Tanjungpura (Untan) dan Politeknik Negeri Pontianak (Polnep). Di antara kedua PTN tersebut, Untan yang jumlahnya paling banyak. Sedangkan siswa yang lulus melalui jalur lainnya menjadi calon mahasiswa di Poltekkes dan IAIN Pontianak. Untan dan Polnep menjadi pilihan siswa karena sebagian beralasan tidak mau jauh dari orang tua. “Saya pilih kuliah di Pontianak jak, Pak, biar bisa tetap dekat dengan orang tua.” kata Izmi, salah seorang siswa yang lulus jalur SNBP.

    Meskipun jumlah siswa yang diterima di PTN melalui jalur SPAN PTKIN dan PMDP Poltekkes Kemenkes tidak sebanyak jalur SNBP, berdasarkan jumlah keseluruhan siswa MAN 1 Pontianak yang diterima di PTN terjadi peningkatan dibandingkan 2 tahun sebelumnya. Jumlah siswa yang diterima di PTN pada tahun 2022 sebanyak 103 siswa, tahun 2023 sebanyak 95 siswa, dan tahun ini meningkat menjadi 111 siswa.

    SNBP, PMDP, dan SPAN PTKIN merupakan jalur seleksi bagi para siswa yang akan menjadi calon mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri. Siswa diterima di  PTN tanpa mengikuti serangkaian tes. Mereka diterima berdasarkan penelusuran prestasi akademik melalui nilai rapor serta portofolio akademik dan nonakademik. Istilah sebelumnya untuk SNBP kita kenal dengan Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

    Kepala MAN 1 Pontianak, Razali, berharap pada tahun depan akan mengalami peningkatan yang luar biasa kembali. Sejalan dengan Kepala Madrasah, Waka Kurikulum MAN 1 Pontianak, Rohmadi, juga merasa bahagia atas capaian peninggkatan jumlah yang signifikan pada tahun ini. “Jumlah siswa kita yang diterima di PTN melalui jalur tanpa tes lebih banyak dibandingkan MA lain di Kalbar. Kecuali, MAN Singkawang, yang masih di atas jumlah MAN 1 Pontianak.” kata Rohmadi kepada para siswa kelas X yang saat itu sedang mengikuti sosialisasi di Aula. (SS)

  • Kepala MAN 1 Pontianak Mengikuti Kegiatan Persiapan Integrasi Sistem Informasi Layanan Publik di Lingkungan Kementerian Agama Tahun 2024

    Kepala MAN 1 Pontianak Mengikuti Kegiatan Persiapan Integrasi Sistem Informasi Layanan Publik di Lingkungan Kementerian Agama Tahun 2024

    MAN 1 Pontianak – Kepala MAN 1 Pontianak, Razali, sejak Senin (25/3/2024) melaksanakan tugas kedinasan di Jakarta. Beliau merupakan perwakilan Kepala Madrasah dari Kalimantan Barat yang diundang dalam Kegiatan Persiapan Integrasi Sistem Informasi Layanan Publik di Lingkungan Kementerian Agama Tahun 2024 yang diselenggarakan Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi Setjen Kementerian Agama.

    Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, 25 s.d. 29 Maret 2024, di Aston Kemayoran City Hotel, Jl. HBR Motik No. 4, Kebayoran, Jakarta. Seluruh Kanwil Kementerian Agama se-Indonesia, beberapa Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Balai Diklat Keagamaan, dan beberapa Madrasah di Indonesia mengikuti tersebut.

    Razali berada di antara undangan dari Kementerian Agama Kalbar yang hadir. Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis, dan Kabag Tata Usaha, Kaharudin, tampak hadir dalam kegiatan tersebut. Selain itu, Kepala Kemenag Kota Pontianak, Kepala Kemenag Kota Singkawang, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Pontianak beserta tim, Kasubbag Tata Usaha Kota Singkawang beserta tim, Ketua Tim HDI Kanwil Kemenag Kalbar, dan Pranata Komputer Kanwil Kemenag Kalbar juga hadir dalam kegiatan tersebut.

    Kegiatan Persiapan Integrasi Sistem Informasi Layanan Publik di Lingkungan Kementerian Agama Tahun 2024 diselenggarakan dalam rangka implementasi Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan penerapan integrasi Sistem Informasi Layanan Publik pada Satuan Kerja Kementerian Agama. Menurut Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Setjen Kemenag, Akhmad Fauzin, penyelenggaran kegiatan ini sebagai upaya untuk mengintegrasikan ribuan aplikasi yang tersebar dari berbagai satker Kementerian Agama, baik yang ada di PTKN maupun di Kanwil dan Kemenag Kabupaten/Kota.

    Kegiatan ini menjadi langkah strategis Kementerian Agama dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Dengan mengintegrasikan sistem informasi layanan publik, diharapkan akan terwujud layanan yang lebih terpadu, mudah diakses, dan efektif. (SS)