Penulis: mansaweb

  • Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak Memantau Pelaksanaan Asesmen Madrasah di MAN 1 Pontianak

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak Memantau Pelaksanaan Asesmen Madrasah di MAN 1 Pontianak

    MAN 1 PONTIANAK  Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, H. Mi’rad, S.Ag., M.A.P., memantau langsung pelaksanaan Asesmen Madrasah (AM) di MAN 1 Pontianak pada hari pertama, Senin (18/3). Dengan didampingi Kasi Pendidikan Madrasah dan Kepala MAN 1 Pontianak, beliau memantau langsung situasi dan kondisi pelaksanaan di ruang ujian. Di sana beliau mengecek langsung proses peserta menjawab soal asesmen yang dilakukan secara online.

    Dalam kunjungannya, Mi’rad menegaskan bahwa pelaksanaan asesmen sangat penting karena dapat mengevaluasi pencapaian siswa. Selain itu, hal ini akan mempersiapkan siswa dalam melanjutkan langkah berikutnya untuk menentukan pendidikan atau kariernya. Tujuan kunjungan beliau juga untuk memberikan dukungan serta masukan bagi pelaksanaan asesmen yang lebih baik pada tahun-tahun berikutnya.

    Kepala MAN 1 Pontianak, Drs. H. Razali, M.Pd., sangat menyambut baik kehadiran orang nomor 1 di Kementerian Agama Kota Pontianak ini. Razali menjelaskan secara detail proses pelaksanaan AM kepada Kepala Kemenag Kota Pontianak. “Kami sudah berupaya melaksanakan AM secara maksimal dengan tetap mengikuti aturan yang ditetapkan. Meskipun  asesmen dilakukan secara online, kami tetap melakukan pengawasan yang ketat agar keabsahan dan integritas tercapai,” jelas Razali.

    Kepala Kemenag Kota Pontianak sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Kepala MAN 1 Pontianak beserta seluruh komponen madrasah. Di akhir kunjungannya beliau menyampaikan selamat dan sukses dalam melaksanakan AM dan berharap pelaksanaannya akan berjalan dengan lancar.

    “Selamat dan sukses melaksanakan AM, semoga pelaksanaan berjalan lancar hingga selesai nanti,” kata Mi’rad sebelum berfoto bersama Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Pontianak, Kepala Madrasah, dan para Wakil Kepala MAN 1 Pontianak. (SS)

  • MAN 1 Pontianak Menyelenggarakan Asesmen Madrasah Berbasis Online

    MAN 1 Pontianak Menyelenggarakan Asesmen Madrasah Berbasis Online

    MAN 1 Pontianak melaksanakan Asesmen Madrasah (AM) mulai Senin (18/3), hingga Rabu, (27/3). Menyadari pentingnya mengikuti zaman di era digital, MAN 1 Pontianak melaksanakan AM berbasis online. Sebanyak 338 peserta yang dikelompokkan ke dalam 18 ruang ujian mengerjakan soal AM melalui aplikasi dengan gawainya masing-masing.

    Untuk memastikan keabsahan dan integritas hasil asesmen, pengawasan yang ketat dilakukan selama proses berlangsung. Guru yang ditunjuk sebagai pengawas memantau peserta asesmen untuk memastikan bahwa asesmen berjalan secara adil dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

    Pelaksanaan AM berbasis online merupakan salah satu upaya MAN 1 Pontianak menerapkan transformasi teknologi di sektor pendidikan. Melalui cara ini diharapkan dapat mengefektifkan dan mengefisienkan pelaksanaan kegiatan. Selain itu, siswa pun akan mendapatkan pengalaman yang akan menyiapkan mereka menghadapi segala aktivitas di era digital saat ini.

    “Proses pelaksanaan Asesmen Madrasah berbasis online di MAN 1 Pontianak memberikan persiapan bagi siswa dalam menghadapi tantangan di masa depan. Kemampuan menggunakan teknologi digital dan mandiri dalam mengakses informasi dan melakukan evaluasi akan menjadi keterampilan yang sangat berharga di era digital ini,” kata Razali, Kepala MAN 1 Pontianak.

    Dalam rangka menjaga keberlanjutan dan meningkatkan efektivitas asesmen madrasah berbasis online, MAN 1 Pontianak juga akan terus melakukan evaluasi dan pembaruan terhadap platform yang digunakan serta prosedur yang telah ditetapkan. Dengan memperhatikan masukan dari siswa, orang tua, dan staf sekolah, MAN 1 Pontianak dapat terus mengoptimalkan pelaksanaan asesmen untuk memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan.

    Melalui pelaksanaan Asesmen Madrasah berbasis online ini, MAN 1 Pontianak menunjukkan komitmennya dalam memanfaatkan teknologi di sektor pendidikan. Diharapkan bahwa langkah ini akan terus ditingkatkan dan akan menyentuh semua aktivitas pendidikan di MAN 1 Pontianak. (SS)

  • Kajian Islami Mewarnai Kegiatan Ramadan di MAN 1 Pontianak

    Kajian Islami Mewarnai Kegiatan Ramadan di MAN 1 Pontianak

    MAN 1 PONTIANAK — Kajian Islami menjadi salah satu program dalam Kegiatan Ramadan MAN 1 Pontianak yang dilaksanakan pada 13—15 Maret 2024. Kajian ini dilaksanakan setelah seluruh siswa selesai mengerjakan salat Duha berjamaah.

    Dai dan Daiyah yang mengisi kajian islami adalah siswa-siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Dai/Daiyah MAN 1 Pontianak yang dibina oleh Aminah, salah seorang guru rumpun PAI. Kepiawaian calon Dai dan Daiyah dalam menyampaikan dakwahnya membuat seluruh siswa yang berada dalam ruangan mendengarkan dengan penuh khidmat.

    Kegiatan kajian ini diikuti oleh seluruh siswa termasuk siswa yang berada di kampus 2, Jln. Tanjung Raya 2. Meskipun tempat pelaksanaannya terpisah, kegiatan tetap berlangsung dengan tertib dan lancar. “Siswa yang menjadi Dai dan Daiyah bergantian tempat. Setelah mengisi kajian di tempat jamaah putra, mereka pindah ke tempat jamaah putri.” terang Marlina, salah seorang guru rumpun PAI, “begitu juga di kampus 2. Siswa yang menjadi Dai dan Daiyah juga bertukar tempat. Hal ini dilakukan agar semuanya mendapatkan materi dan kesan yang sama” lanjutnya.

    Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh warga MAN 1 Pontianak karena melalui kegiatan ini siswa-siswa yang menjadi Dai dan Daiyah berkesempatan berlatih berdakwah di depan publik dimulai dari di hadapan para teman-temannya yang jumlahnya hampir seribu orang. “Siswa yang mengisi kajian tampak lancar berbicara.” jelas Marlina. (SS)

  • MAN 1 Pontianak Menyelenggarakan Kegiatan Ramadan 1445 Hijriah

    MAN 1 Pontianak Menyelenggarakan Kegiatan Ramadan 1445 Hijriah

    MAN 1 PONTIANAK – Memasuki bulan suci Ramadan tahun 1445 Hijriah, pada tanggal 13 – 15 Maret 2024 MAN 1 Pontianak menyelenggarakan kegiatan Ramadan yang diikuti oleh semua siswa kelas X, XI, dan XII. Kegiatan ini merupakan program Kepala Madrasah, Drs. H. Razali, M.Pd., yang telah didiskusikan dalam forum rapat rutin pada Jumat, 8/3/2024 bersama seluruh waka, guru, dan pegawai Tata Usaha. Dalam perancangan program kegiatan hingga pelaksanaannya waka kurikulum berkoordinasi dengan para guru rumpun PAI.

    Selama tiga hari sejak pukul 07.30 hingga selesai Zuhur, semua siswa menjalani aktivitas yang diprogramkan dalam kegiatan Ramadan. Dimulai dengan Tadarus Al-Qur’an yang didampingi dua guru di kelasnya masing-masing kemudian dilanjutkan dengan salat Duha berjamaah. Setelah salat Duha mereka mendengarkan kajian islami yang diisi oleh para siswa anggota ekstrakurikuler Dai/Daiyah kemudian kegiatan diakhiri dengan salat Zuhur berjamaah.

    Kepala madrasah berharap melalui kegiatan Ramadan ini seluruh warga MAN 1 Pontianak khususnya siswa mendapatkan keberkahan dari Allah Swt. “Kegiatan ini diharapkan mendapatkan keberkahan dari Allah Swt. di bulan penuh berkah bagi madrasah khususnya bagi siswa itu sendiri,” tutur Razali.

    Kegiatan Ramadan yang diselenggarakan pada tahun ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin di bulan Ramadan pada tahun-tahun berikutnya. Tentunya pelaksanaannya akan dievaluasi untuk dilakukan upaya yang lebih maksimal. (SS)

  • Siswa MAN 1 Pontianak Mengkhatamkan Al-Qur’an Setiap Hari di Bulan Ramadan 1445 Hijriah

    Siswa MAN 1 Pontianak Mengkhatamkan Al-Qur’an Setiap Hari di Bulan Ramadan 1445 Hijriah

    MAN 1 PONTIANAK — Seluruh siswa MAN 1 Pontianak mengkhatamkan Al-Qur’an selama tiga hari berturut-turut melalui kegiatan Tadarus Al-Qur’an. Kegiatan yang dilaksanakan pada 13—15 Maret 2024 ini merupakan salah satu program kegiatan Ramadan di madrasah yang dipimpin oleh Drs. H. Razali, M.Pd.

    Dalam perencanaan kegiatan tadarus Al-Qur’an ini kepala madrasah menargetkan setiap kelas dapat mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 1 hari. MAN 1 Pontianak memiliki 29 kelas sehingga dalam tiga hari secara keseluruhan siswa dapat mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 87 kali. “Kita upayakan dalam 1 hari setiap kelas dapat khatam 30 Juz, sehingga dalam 3 hari siswa MAN 1 Pontianak khatam 29 kelas x 3 hari = 87 kali.” kata Razali dalam rapat pada Jumat, 8/3/2024.

    Dalam realisasinya, berdasarkan Daftar Rekapitulasi Kegiatan Tadarus Al-Qur’an yang dikirimkan kepada pewarta, terdapat 5 dari 29 kelas yang tidak memenuhi target khatam setiap hari dikarenakan di 5 kelas tersebut jumlah siswanya tidak sebanyak kelas yang lainnya. Meskipun begitu, 5 kelas tersebut tetap dapat mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 1 sampai 2 kali selama 3 hari. “Ada kelas yang jumlah siswanya tidak lengkap saat pelaksanaan kegiatan sehingga kelas tersebut tidak khatam 3 kali.” kata Marlina, salah seorang guru PAI.

    Kegiatan Tadarus Al-Qur’an dilakukan di setiap kelas dengan didampingi dua guru di setiap kelasnya. Tiga puluh juz dibagi ke seluruh siswa sehingga setiap siswa membaca juz bagiannya. Mereka bekerja sama menyelesaikan 30 juz. “Siswa yang belum terlalu lancar membaca Al-Qur’an dibantu oleh temannya yang sudah menyelesaikan juz bagiannya.” terang Marlina saat diwawancarai.

    Kegiatan Tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan selama tiga hari ini sangat disambut baik oleh seluruh warga madrasah khususnya para orang tua siswa. Kegiatan ini direncanakan akan diagendakan rutin pada setiap bulan Ramadan. (SS)

  • Kepala MAN 1 Pontianak Mengagendakan Rapat Rutin Bulanan untuk Mengevaluasi Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan

    Kepala MAN 1 Pontianak Mengagendakan Rapat Rutin Bulanan untuk Mengevaluasi Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan

    MAN 1 Pontianak – Para Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) MAN 1 Pontianak mengikuti rapat rutin yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Drs. H. Razali, M.Pd. pada Jumat, 8/3/2024. Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Rohmadi, M.Pd., turut mendampingi Kepala Madrasah dalam rapat tersebut.

    Dalam rapat yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB di ruang guru itu, Kepala Madrasah mengevaluasi kinerja para pegawai dan proses pelaksanaan program yang sedang dijalankan. Selain itu, Kepala Madrasah juga menyampaikan pelaksanaan program pembelajaran selama bulan Ramadhan.

    Dalam rapat tersebut, dengan tegas Kepala Madrasah mengimbau kepada para guru untuk melaksanakan proses pembelajaran di kampus 1 dan kampus 2 sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Beliau menyampaikan bahwa selalu memantau proses pembelajaran di kampus 2 meskipun letaknya jauh dari kampus 1. “Saya tidak pernah membedakan perlakuan kepada guru-guru yang mengajar di kampus 1 dan kampus 2.” tegasnya.

    Rapat yang dilaksanakan pada kali ini merupakan rapat bulanan yang sudah diagendakan secara rutin setiap bulan. Kepala Madrasah mengagendakan rapat bulanan untuk mengevaluasi program yang sedang berlangsung sehingga setiap masalah yang muncul dapat segera mendapatkan solusinya. (SS)

  • OSIS MAN 1 Pontianak Telah Menggelar Pentas Seni Tahun 2024

    OSIS MAN 1 Pontianak Telah Menggelar Pentas Seni Tahun 2024

    Pontianak(Kemenag)—Pentas Seni 2024 yang digelar oleh OSIS MAN 1 Pontianak berjalan dengan sukses. Yuti Fatma Yolanda selaku Ketua Panitia dan Earlene Ayu Utami sebagai Sekretaris sudah berusaha maksimal untuk menyukseskan kegiatan Pentas Seni (Pensi) ini. Mulai bulan November 2023 mereka sudah bergerak mencari sponsor demi suksesnya kegiatan tersebut sampai akhinya terlaksanalah kegiatannya pada tanggal 24 – 25 Januari 2024 di halaman MAN 1 Pontianak.

    Kegiatan Pensi OSIS MAN 1 Pontianak dirancang dengan menampilkan berbagai ragam kesenian, fashion recycle dan juga fashion baju adat. Pensi ini diadakan sebagai wujud apresiasi terhadap seni tari, seni musik, seni drama, maupun seni suara. Kegiatan ini juga menampilkan aspek tradisional dan aspek modern dengan tujuan menjadi ajang hiburan dan pertunjukan talenta siswa-siswi MAN 1 Pontianak.

    Pelaksanaan Pensi kali ini mengangkat tema “Pesona Nusantara”. Tema ini diusung dengan tujuan untuk melestarikan budaya Indonesia sehingga siswa-siswa MAN 1 Pontianak pada khususnya dapat mengaplikasikan dan menciptakan karya yang kreatif, inovatif, dan berwawasan budaya. Menurut Ketua Panitia, Yuti Fatma Yolanda, Pekan Seni OSIS MAN 1 Pontianak diikuti oleh seluruh siswa-siswi perwakilan kelas X sebanyak sembilan rombongan belajar (rombel), kelas XI dan XII masing-masing sepuluh rombel. Dengan demikian, ada 87 penampilan selama pelaksanaan Pensi berlangsung yang terdiri dari 29 fashion recycle, 29 fashion baju adat, dan 29 pentas seni.

    Kepala MAN 1 Pontianak, Drs. H. Razali, M. Pd. menegaskan bahwa kegiatan Pentas Seni 2024 tersebut bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, menambah wawasan dan pengetahuan, serta mengasah keberanian siswa-siswa MAN 1 Pontianak tampil di depan publik dengan tetap mengedepankan silaturrahmi dan ukhuwah Islamiyah. Secara khusus beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Bank Kalbar, Bank Kalbar Syariah, Pelindo 2, Viva Pakarindo, Rocket Chicken, Ganesha Operation, Ayani Mega Mall dan Sari Bento yang telah mendukung terlaksananya kegiatan Pensi OSIS MAN 1 Pontianak Tahun 2024. Informasi terkait Pentas Seni 2024 yang telah digelar oleh OSIS MAN 1 Pontianak tersebut disampaikan oleh Kepala MAN 1 Pontianak,Drs.H.Razali,M. Pd pada hari Selasa (5/3/2024). (MRR/SS/RPA)

  • MAN 1 Pontianak Menggelar Rapat Kerja Tahun 2024

    MAN 1 Pontianak Menggelar Rapat Kerja Tahun 2024

    Pontianak(Kemenag)—Madrasah Aliyah Negeri 1 Pontianak mengadakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2024 pada tanggal 4 Januari 2024. Raker kali ini berlangsung di Qhall Lt. 2 Qubu Resort Kubu Raya dalam suasana santai tapi serius. Kegiatan ini sangat bermakna bagi keluarga besar MAN 1 Pontianak dengan melibatkan seluruh civitas akademika yang terdiri dari tanaga pendidik yang berstatus ASN sebanyak 52 orang dan Non ASN berjumlah 8 orang, Tenaga Kependidikan yang berstatus ASN sebanyak 6 orang dan Non ASN sebanyak 13 orang. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, H. Sipni, S.Pd.I, M.Pd turut hadir sekaligus memberikan arahan dan pembinaan dalam kegiatan tersebut.

    Kegiatan ini diawali dengan sambutan kepala MAN 1 Pontianak, Drs. H. Razali, M. Pd. yang menyampaikan tujuan raker adalah menyamakan persepsi di antara pendidik dan tenaga kependidikan MAN 1 Pontianak dalam menyongsong Tahun Anggaran 2024. Tema besar anggota KKM MA di semua Kabupaten dan Kota Provinsi Kalimantan Barat. Tema besar rapat kerja kali ini adalah Meningkat Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Oleh karena itu, melalui raker kali ini, kita harus meningkatkan jati diri, perteguh komitmen dan kembangkan profesionalisme.

    Pada acara tersebut Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, H. Sipni, S.Pd.I, M.Pd memberikan arahan dan pembinaan secara langsung dalam acara raker tahunan ini. Beliau berpesan melalui acara ini bisa dimanfaatkan untuk kemajuan MAN 1 Pontianak secara keseluruhan serta mampu memupuk sinergitas dan hubungan baik antar warga Madrasah dengan jajaran Kementerian Agama di setiap level serta lintas instansi lainnya yang terkait. Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat khususnya Bidang Pendidikan Madrasah secara terus menerus memperhatikan peningkatan kualitas seluruh madrasah di lingkungan Provinsi Kalimantan Barat. Dari aspek sarana dan prasarana, Gedung Madrasah dan sarana pendukung lainnya dipenuhi melalui berbagai skema seperti SBSN, Proyek PUPR dan Pengadaan secara langsung walaupun tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi dalam satu tahun namun tetap dilakukan secara berkesinambungan. Penyediaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan juga berupaya dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan lokasi yang memerlukan. Ini semua harus didasari dengan komunikasi, koordinasi yang baik, terbuka dan lancar.

    Informasi terkait telah menggelar kegiatan Rapat Kerja Tahun 2024 MAN 1 Pontianak tersebut diperoleh dari Kepala MAN 1 Pontianak, Drs. H. Razali, M. Pd, pada hari Selasa (05/3/2024). (MRR/SS/RPA)

  • Siswa MAN 1 Pontianak Mengikuti Lawatan Sejarah ke Makam Juang Mandor dan Opu Daeng Manambon

    Siswa MAN 1 Pontianak Mengikuti Lawatan Sejarah ke Makam Juang Mandor dan Opu Daeng Manambon

    MAN 1 Pontianak – Ratusan siswa MAN 1 Pontianak mengikuti kegiatan Lawatan Sejarah ke Makam Juang Mandor dan Makam Opu Daeng Manambon pada Sabtu (2/3/2024). Kegiatan yang diprakarsai guru-guru mata pelajaran Sejarah MAN 1 Pontianak sejak tahun 2020 ini bertujuan memberi pengetahuan kepada siswa kelas XI mengenai tempat-tempat bersejarah yang menjadi bukti sejarah perkembangan Islam dan sejarah perjuangan pada masa penjajahan Jepang di Kalimantan Barat. “Lawatan Sejarah ini merupakan bagian dari proses pembelajaran siswa kelas XI dalam mata pelajaran Sejarah pada semester genap yang berintegrasi dengan mata pelajaran Geografi dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI),” kata Feri Wardhani, salah satu guru Sejarah.

    Jumlah siswa kelas XI yang mengikuti Lawatan Sejarah tahun ini meningkat secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Banyak siswa yang mau ikut, bahkan ada siswa yang minta tolong kepada guru Sejarah untuk membujuk orang tuanya agar membolehkan ikut Lawatan Sejarah,” kata Lukmanul Hakim, guru Sejarah lainnya, “Siswa tidak diwajibkan ikut, siswa harus mendapat persetujuan dari orang tua kalau mau ikut,” sambungnya saat diwawancarai.

    Sekitar pukul 06.00 WIB rombongan siswa yang didampingi para guru mulai meninggalkan MAN 1 Pontianak menuju lokasi dengan menumpangi lima belas bus. Lokasi pertama yang dikunjungi yaitu Makam Juang Mandor yang  berada di Dusun Mandor, Desa Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Setibanya di sana, setelah berkoordinasi dengan juru kunci, para siswa dan guru pendamping dengan dibimbing oleh guru sejarah mengunjungi beberapa makam termasuk makam 10, yang menjadi lokasi pemakaman korban yang merupakan para raja-raja dan orang-orang terpelajar. Selain itu, mereka juga diajak ke kawasan monumen untuk melihat relief yang menggambarkan peristiwa pada masa penjajahan Jepang di Kalimantan Barat.

    Setelah dari Makam Juang Mandor, para siswa melanjutkan perjalanan ke lokasi kedua, yaitu Makam Opu Daeng Manambon yang berada di Sebukit Rama atau sekitar 5 km dari Desa Pasir, Kecamatan Mempawah hilir, Pontianak, Kalimantan Barat. Opu Daeng Manambom merupakan raja pertama Kerajaan Mempawah yang berkuasa dari tahun 1695 – 1763 dan wafat pada tahun 1763.

    Menuju Makam Opu Daeng Menambon bukanlah hal yang mudah. Letaknya yang berada di atas bukit mengharuskan para siswa berjalan dengan medan tanjakan dan melalui anak tangga yang berjumlah sekitar 256 buah. Meskipun begitu, mereka sangat antusias menapaki setiap tangga hingga sampai ke Makam raja pertama Kerajaan Mempawah yang memiliki gelar Pangeran Mas Surya Negara.

    Kegiatan berakhir sekitar pukul 17.00. Meski tampak lelah, para siswa pulang ke Pontianak penuh dengan sukacita. Hal ini berdasarkan laporan dari guru pendamping dari beberapa bus selama perjalanan melalui grup WA. Sesampainya di MAN 1 Pontianak pada malam hari, tampak para orang tua sudah menunggu kedatangan anak-anak mereka. (SS)

  • MAN 1 Pontianak Menyelenggarakan Kegiatan Outing Class dalam Rangka Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil ’Alamin (P5P2RA)

    MAN 1 Pontianak Menyelenggarakan Kegiatan Outing Class dalam Rangka Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil ’Alamin (P5P2RA)

    MAN 1 Pontianak — Siswa kelas X MAN 1 Pontianak mengikuti kegiatan Outing Class yang dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada 27 dan 28 Februari 2024. Mereka mengunjungi empat tempat yang menjadi ikon Kota Pontianak, antara lain: 1) Tugu Khatulistiwa, 2) Aloevera Centre, 3) Masjid Raya Mujahidin, dan 4) Meseum Provinsi Kalimantan Barat.

    Outing Class ini merupakan salah bentuk kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil’Alamin (P5P2RA) dengan tema “Kewirausahaan dan Kearifan Lokal”. Berdasarkan tema tersebut maka MAN 1 Pontianak memfasilitasi siswanya untuk mendapatkan pengalaman belajar secara langsung di empat tempat yang telah disebutkan di atas.

    Tempat pertama yang mereka kunjungi yaitu Tugu Khatulistiwa yang berada di Jl. Khatulistiwa, Pontianak Utara. Di tempat ini mereka mendapatkan pengetahuan tentang sejarah pendirian tugu dan posisi geografis Kota Pontianak. Setelah Tugu, mereka melanjutkan kunjungannya ke Aloevera Centre yang berada di Jl. Budi Otomo, Siantan Hilir, Pontianak Utara. Di tempat ini mereka mendapatkan pengetahuan tentang budidaya tanaman khas Kota Pontianak yaitu aloevera (lidah buaya) dan tanaman-tanaman khas Pontianak lainnya. Tempat selanjutnya yang mereka kunjungi yaitu Masjid Raya Mujahidin kemudian tempat terakhir yang dikunjungi yaitu Meseum Provinsi Kalimantan Barat. (Sugeng Subraja/SS)